Sabtu, 16 Februari 2019

Pengantar Dasar-Dasar Publik Relation (PR)

MEDIA RELATIONS
Media relations adalah usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi public relations dalam rangka menciptakan pengetauan dan pemahaman bagi khalayak dari perusahaan yang bersangkutan. Tujuan pokok diadakannya hubungan pers adalah menciptakan pengetahuan dan pemahaman, bukan semata-mata untuk menyebarkan suatu pesan sesuai keinginan perusahaan induk atau klien demi mendapatkan suatu citra atau sosok yang lebih indah dari pada aslinya dimata umum. Menurut Jefrins, public relations  memperoleh sambutan positif karena mengetengahkan kejujuran. (Jefkins, 1992)


Media massa adalah media yang dalam menyebarkan informasinya didasarkan pada kecepatan penyampaian, keakuratan, atualitas, seimbang dan mengedepankan kepentingan pembacanya serta membanyu pembaca untuk dapat mencerna informasi yang disampaikannya dengan muda dan sederhana.
Media relations yang tidak optimal adalah hubungan yang hanya sebatas hubungan antara sumber berita dan pencari berita. Tanpa muatan nuansa. Public relations sebagai sumber informasi. Hubungannya bersifat hubungan normative semata. Berbagai potensi dan peluang yang memberikan keuntungan tidak dimanfaatkan sebaik mungkin. Sebaiknya, media relations yang optimal adalah hubungan yang mengedepankan berbagai kepentingan untuk keuntungan bersama.
Seperti disampaikan sebelumnya media berfungsi sebagai sarana penyebarluasam informasi tentang perusahaan kepada khalayak. Public relations harus memandang media sebagai mitra kerja yang saing mendukung, media adalah partner kerja public relationsPublic relations bertanggung jawab menyampaikan dan menerima informasi dan khalayak sedangkan media bertanggung jawab menjalankan hak public untuk memperoleh informasi (Kriyantono, 2008.hlm 72).
Media tentu mengalami kesulitan dalam meng-cover semua peristiwa, karena terbatasnya jumlah wartawan(reporter). Dengan memberikan bahan informasi kepada media, berarti public relations membantu mencarikan berita. Hubungan media adalah hubungan organisasi dengan media massa sebagai usaha mencapai penyiaran yang maksimum atas suatu pesan public relations dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman public. Inilah esensi dari hubungan media atau press relations.
“Dalam dunia jurnalistik ada ketidakpercayaan atau kesalahpahaman terhadap praktisi public relations dengan menganggap mereka sebagai “flack” yang melakukan kebohongan dan manipulasi informasi, dan memang public relations sendiri diindoktrinasi untuk siap menghadapi ketidakpercayaan dari wartawan” (flack bisa diartikan sebagai agen publikasi) (Turk, Judy, 1986.hlm.26-27)
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DENGAN MEDIA (PERS)
            Pada tahun 2003, stasiun televise SCTV memberikan peristiwa terbunuhnya seorang siswa (praja) Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Peristiwa ini bermula dari acara orientasi siswa baru yang biasa dilakukan senior kepada juniornya. Namun dinilai kebablasan sehingga membuat si junior meninggal dunia (dipukuli, dikeroyoki). Atas ditayangkannnya peristiwa itu, humas STPDN keberatan dan melayangkan somasi kepada SCTV.
            Seharusnya yang dilakukan public relations adalah mengaku bahwa ada siswa yang meninggal dunia, meski mengenai penyebabnya public relations mengatakan “belum bisa menyampaikan sekarang karena masih dalam penyelidikan lebih lanjut, nanti Anda memperoleh informasi detailnya”. Jika tayangan berita SCTV itu tidak benar, maka public relations dapat mengklarifikasinya. Caranya dengan menggelar konferensi pers atau membuat surat klarifikasi kepada media, public relations  bisa menggunakan hak jawab di media atau jika tidak puas bisa mengadukan kepada Dewan Pers (UU No.40/1999 tentang Pers Pasal 5&15)
            Membangun hubungan media yang baik tergantung pada bagaimana berkomunikasi secara efektif dengan media. Dalam konteks public relations writing, pengiriman materi informasi secara berkala dilakukan oleh public relations kepada media merupakan upaya komunikasi dengan media. Tetapi untuk berkomunikasi yang efektif kita harus memahami karakteristik media dan kebutuhan media. Pada ahirnya, proses penulisannya pun harus menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan median


MEMAHAMI KARAKTERISTIK MEDIA
A.    Karakteristik jenis media (cetak atau elektronik)
Perbedaan jenis media ini antara lain mempengaruhi pola kerja wartawan, bentuk penulisan, dan sebagainya. Mungkin seorang public relations tidak boleh kaget jika wartawan cetak yang ingin mendapat informasi secepatnya, karena ia dikejar deadline. Jika informasi Anda melewati deadline berarti informasi basi atau hangus dan di mata jurnalistik tidak berguna. Misalnya, majalah untuk remaja, radio untuk remaja, televise berformat khusus berita politik, surat kabar khusus berita ekonomi atau penulisan informasi untuk program radio di pagi hari tentu berbeda dengan program radio di sore hari. Perbedaan karakteristik ini sesuai dengan target audience dari media tersebut.
B.     Kebijakan redaksional
Kebijakan redaksional menyangkut aturan-aturan penulisan berita, seperti bahasanya, bentuk hurufnya, pola pemberitaannya (apakah hardnews, softnews, features), dan batas deadlinePublic relations juga perlu mengetahui cara yang biasa digunakan untuk menerima informasi, apakah melalui surat pos, telepon, faksimile, diantar langsung atau e-mail.
C.    Sistem distribusi
Public relations mesti mengetaui wilayah edar media massa, apakah local atau nasional. Sistem distribusi ini juga berkaitan dengan segmentasi khalayak, yang mencakup jenis pendidikan, agama, pekerjaan, atau gaya hidupnya. Perlu pula dipahami adalah pengetahuan tentang frekuensi penerbitan, apakah harian, mingguan atau bulanan.
D.    Karakteristik wartawan
·         Kritis dan ingin tahunya tinggi
·         Wartawan senang membuat berita komprehensif
·         Wartawan senang membuat berita eksklusif
·         Wartawan bersifat nonprotokoler
·         Wartawan adalah orang yang sibuk tetapi tidak terikat jam kerja
·         Wartawan cenderung membela yang “tertindas”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar